Pidato Tentang Hikmah Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur.

Pidato Tentang Hikmah Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur


Al-Quran mempunyai keistimewaan dan keindahan yang luar biasa. dimana dari segi bahasa dan stukturnya tidak ada yang dapat menandinginya atau setara dengannya. Ia merupakan Kalam Ilahi yang Mulia dan Agung. Salah satu keistimewaan  Al-Quran yaitu Ia diturunkan tidak secara serta merta langsung keseluruhan isinya. akan tetapi melalu proses bertahap dan berangsur angsur.

Tulisan berikut ini adalah pemaparan singkat mengenai hikmah yang besar dibalik Al-Quran diturunkan secara bertahap atau berangsur-angsur. semoga tulisan ringkas ini dapat menjadi setitik sinar cahaya dari cemerlangnya cahaya sinar matahari dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin


Assalamualaikum Wr Wb

Segala puja dan puji hanya milik Alloh 'Azza wa Jalla yang menjadi penguasa alam semesta. Sholawat dan salamnya semoga akan tetap tercurah limpahkan kepada Baginda kita yakni Nabi Muhammad Saw, tidak lupa kepada para keluarganya, sahabatnya, dan para ummat_nya sampai akhir zaman. Aamiin

Hadirin Rahimakumulloh
Pada pertemuan yang berbahagia ini alhamdulillah kita dapat berkumpul di hafalah mubarokah ini yakni acara pengajian yang InsyaAlloh akan memberikan ketenangan, ketentraman, dan kebahagiaan bagi kita didunia dan diakhirat kelak. Aamiiin pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk menguraikan tentang "Hikmah Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur."
"Al-Quran merupakan pedoman hidup umat Islam dari masa Nabi Muhammad Saw, sampai hari kiamat nanti. Al-Quran merupakan kitab suci yang langsung berasal dari Alloh melalui perantaraan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. Yang tidak ada sedikitpun keraguan terkait dengan isi dan makna didalamnya."

Al-Quran di turunkan secara berangsur dan melalui 2 tahapan, yang pertama diturunkan ke lauhul mahfudz, kemudian diturunkan kea langit, dan diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan, sebagaimana firman Alloh :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (Qs Al-Baqarah : 185).

Kemudian yang kedua, dari sama' (langit) Al-Quran diturunkan ke bumi secara bertahap. Lama waktu turunnya Al-Quran tersebut, sebagaimana dalam sebuah riwayat, sekitar 22 tahun 2 bulan, dan 22 hari. Alloh menjelaskan dalam firman_Nya dalam Qs. Al-Isra.
"Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan secara berangsur-angsur agar kamu membacanya perlahan-perlahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian."
Diantara hikmah yang dapat dipeti dari diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur, yaitu :
1. Untuk Meneguhkan hati Nabi Muhammad Saw
ketika nabi berdakwah beliau mengalami berbagai macam problematika, intimidasi dari pihak kaum kafir Quraisy baik itu fisik dan mental, sebagaimana manusia Nabi pun pernah mengalami kegoyahan dalam hatinya, maka dengan Ayat Al-Quran Alloh kembali meneguhkan hati beliau, seperti Firman Alloh dalam Qs.Al-An'am, yang artinya :
"قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ فَإِنَّهُمْ لا يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ
Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ
Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

Dalam ayat diatas Alloh menjelaskan bahwa penghinaan dan pendustaan terhadap ajaran_Nya telah terjadi dan dilakukan pada ummat nabi terdahulu. namun mereka terus berjuang meneggakan keyakinan nya dan tetap tabah dan sabar dalam menghadapi hinaan dan cercaan dari ummatnya.

2. Untuk menentang dan melemahkan para penentang wahyu_Nya.
Sudah menjadi hal yang lumrah bagi para penentang ajaran Nabi Muhammad mereka menggunakan logika dan akalnya untuk menyerang Nabi, bahkan tak jarang Nabi memperoleh pertanyaan yang sulit dan pelik untuk dijawab, maka Alloh menurunkan firman_Nya :
وَلا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.(Qs.Al-Furqan:33).

Dengan begitu Nabi Muhammad Saw bisa mematahkan pertanyaan -pertanyaan mereka. bahkan bagi mereka para penentang ajaran Nabi Muhammad Saw, Alloh menantang untuk membuat satu ayat saja yang mempunyai kualitas yang sama atau setara dengan Al-Quran. Tantangan terhadap kaum penentang itu sebagaimana dijelaskan dalam salah satu firman_Nya ternyata tidak ada yang sanggup untuk memenuhinya.

3. Mempermudah dalam menghafal dan memberikan pemahaman bagi kaum muslimin
Selain menyelaraskan dengan situasi dan kondisi Nabi Muhammad Saw, Alloh juga memperhitungkan kondisi kaum muslimin yang pada saat itu masih dalam keadaan 'ummi (belum bisa membaca dan menulis). Dengan kondisi demikian maka tidak mungkin mereka dapat menerima Al-Quran dengan baik apabila diturunkan dengan sekaligus.
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الأمِّيِّينَ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, (QS. Al-Jumu'ah :2)

Maka dari itu pada zaman itu setiap ayat yang diturunkan akan dihafal, dipelajari maknanya, dan direnungkan hukum-hukum yang terkandung didalamnya secara mendalam.

4. Adanya tahapan-tahapan dalam menetapkan hukum keduniaan.
Hikmah diturunkannya Al-Quran secara berangsur ialah Tadarruj yaitu berangsur-angsur dalam menetapkan suatu hukum, hal itu supaya tidak adanya kelimpungan dan kegoncangan. Betapapun hal yang sulit pada waktu itu yaitu mengubah kondisi sosial masyarakat yang menyembah berhala kemudian dialihkan menjadi percaya kepada Alloh Swt.
setelah mereka bertauhid tahapan selanjutnya ialah pemantapan iman dengan pelaksanaan Ibadah. Permulaan ibadah yang ditekankan ketika itu yakni shalat, kemudian diikuti dengan pelaksanaan puasa dan zakat, dan terakhir menunaikan ibadah haji.


5. Sebagai Relevansi (Sesuai dan sejalan) dengan kisah-kisah yang tengah terjadi.
Ketika ada kesalahan yang dilakukan oleh ummat Nabi Muhammad Saw, atau ketika Nabi tengah berhadapan dengan persoalan baru yang muncul dan belum ada jawaban bagaimana cara penyelesaiannya, maka pada saat itu ayat Al-Quran diturunkan.

Sebagai contoh : ketika meletusnya perang Hunain dimana kala itu kaum muslimin merasa berbesar hati mengingat pasukannya jauh lebih besar dengan jumlah kaum musyrikin, mereka berfikir mereka akan menang dengan mudah dalam menghadapinya, akan tetapi kenyataannya mereka kaum muslimin kalah telak dan kocar kacir menerima serangan dari kaum musyrikin. Merespon hal tersebut, Alloh kemudian menurunkan firman_Nya bahwa sifat kecongkakan (kesombongan) yang dilakukan kaum muslimin tidak sedikitpun memberikan manfaat selain menjadikannya merugi karena dipaksa harus kocar kacir oleh kaum musyrikin.

Dalam contoh lain ketika Alloh memperingatkan dalam soal pengambilan harta tebusan tawanan perang Alloh memperingatkan dengan menurunkan firman_Nya :
مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الأرْضِ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الآخِرَةَ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs.Al-Anfal : 67).

6.Sebagai bukti petunjuk bahwa Al-Quran diturunkan dari Alloh Swt.
sebagaimana di jelaskan dalam firman Alloh Swt :
الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

Alif Laam Raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, (Qs. Huud :1)

Al-Quran tidak bisa diserupakan atau ditandingi oleh manusia manapun termasuk oleh hadist Nabi pun. Bahkan Al-Quran juga tidak mungkin disaingi oleh ayat ayat yang sengaja diciptakan oleh gabungan antara jin dan manusia sekalipun. Sebagaimana dalam firman Alloh Swt :
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (Qs. Al-Isra : 88).

Demikian uraian singkat mengenai hikmah al-quran diturunkan secara berangsur-angsur, semoga apa yang disampaikan akan dapat menjadi kebaikan dan dapat dilaksanakan dalam pengamalan didalam kehidupan. Aamiin

Wassalamu'alaikum Wr Wb.

gambar al-quran