Pidato Tentang Syukur Nikmat

Pidato atau Ceramah Tentang Syukur


Kekayaan  terbesar dalam hidup kita adalah mensyukuri atas apa yang telah Alloh anugerahkan kepada kita. mensyukuri nikmat adalah kewajiban kita selaku makhluk ciptaan Alloh Swt. dimana Alloh adalah Dzat yang senantiasa mengurus, memelihara, dan menjamin hidup kita sehingga dapat beraktifitas dan berkreatifitas dengan baik. Subhanalloh

Syukur mempunyai makna dan wujud tertentu. maka dari itu pada postingan kali ini penulis akan memaparkan sedikit dari banyak tentang pengetahuan syukur tersebut. Semoga dengan adanya tulisan ini kita semua menjadi Ahli Syukur kepada Alloh Swt. Aamiin



Assalamualaikum Wr Wb
Segala puji hanya milik Alloh, yang menggenggam langit dan bumi, sang penguasa hati, dan setiap jiwa. Sholawat dan salam semoga selamanya tercurah limpahkan kepada Baginda alam yakni Nabi Muhammad Saw, tidak lupa kepada para keularganya, sahabatnya, serta kepada kita selaku ummatnya yang semoga mendapat Syafa'atul Udzma nanti di  Yaumul Jaza Aamiin Ya Alloh Ya Robbal 'alamiin

Bersyukur atau syukur atas nikmat yang diberikan oleh Alloh Swt merupakan bentuk suatu ibadah yang sangat indah dan mulia dihadapan Alloh Swt. serta akan merasakan perasaan bahagia bagi yang melaksanakannya. dimana ada suatu bentuk kesadaran hati atas segala pemberian nikmat dari Alloh Swt. 
Syukur itu dapat diwujudkan dalam 3 kategori :

1. Syukur I'tiqodi (Syukur dengan Hati) 
Yang artinya keyakinan seorang hamba akan apapun yang tiba pada dirinya yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak ada celaan dari agama pada akhirnya. nikmat itu merupakan pemberian muthlaq Alloh Swt yang berupa bentuk kasih sayangnya semata-mata. yang merupakan suatu ujian dimana akan menguji kita apakah nikmat tersebut bisa kita pakai sebagai sarana untuk beribadah kepadanya atau tidak? seperti itu.

2. Syukur Lisani (Syukur dengan lisan) 
Yaitu suatu ucapan atau bahasa yang menunjukkan kepada kebahagiaan hati dengan adanya nikmat. dengan apapun ucapannnya yang penting menunjukkan pada pengakuan hati kepada nikmat dari Alloh Swt, seperti perkatan : "Alhamdulillahi Robbil 'alamiin", atau "Alhamdulillahi 'ala Kulli Hallin," atau yang bersifat khusus seperti Alhamdulillahilladzi ath'amanaa Wa Saqoona, dan puji-pujian yang lainnya.
Syukur bila dikaitkan dengan nikmat yang khusus maka wajib hukumnya seperti "Alhamdulillah 'ala ni'matil iimaani wal islam" atau ketika kita memperoleh nikmat atau sesuatu pemberian lewat tangan orang lain maka kita jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih (syukur). karena Rasulullah Saw bersabda :
"Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia maka dia tidak bersyukur kepada Alloh Swt."

3. Syukur Arkani (Syukur dengan perbuatan)
Yaitu Syukur yang dilaksanakan dengan cara Memanfaatkan nikmat untuk beribadah kepada Alloh Swt, Seperti Mensyukuri Nikmat melihat dipakai untuk membaca Al-Quran, atau Mensyukuri Nikmat mendengar maka digunakan untuk mendengarkan nasihat, atau syukur terhadap jabatan atau kekuasaaan maka digunakan untuk menegakkan keadilan. atau mensyukuri nikmat harta dengan cara bersedekah, atau syukur terhadap nikmat sehat akal, yaitu dengan cara menuntut ilmu, dan lain sebagainya.

Syukur yang semuanya ini kalau kita terapkan dipakai dalam pendorong dalam beribadah maka Insya Alloh akan meningkatkan nilai ibadah dan dijanjikan akan ditambah-tambah nikmat baik dari segi kualitas maupun kuantitas nikmatnya. Sebagaimana Firman Alloh :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya : "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Qs. Ibrahim :7)
Sekian uraian singkat tentang syukur ini semoga dapat bermanfaat, lebih kurangnya saya mohon maaf, atas segala khilaf dan kealfaan. Billah Taufiq wa al hidayah Wa Ridho wa Inayah

Wassalamualaikum Wr Wb

gambar tentang syukur